Kamis, 27 Maret 2014

MENAKAR KESETIAAN MADRIDISTA

Cilegon,27 Maret 2014 di pagi buta menjelang waktu subuh emosi dan perasaan kembali teraduk,rasa  cemas dan khawatir menggelayut menyaksikan Real Madrid tak mampu membongkar rapatnya pagar pertahanan pemain belakang Sevilla.Bermain di Sanches Pizjuan kandang Sevilla memang sangat berat walaupun di pertemuan pertama di Santiago Bernabeau Sevilla menyerah dengan sekor mencolok 7:3,pagi tadi Real Madrid harus mengakuai kekalahan walau dengan sekor tipis 1:2,para punggawa Sevilla  mampu meredam permainan Real Madrid,bukan saja di area pertahanan mereka namun sejak area tengah lapangan.

Para pemain Real Madrid sering kali kehilangan bola,kurang akurat dalam umpan satu dua,dan terkesan terlalu buru-buru melepaskan umpan sehingga mudah sekali di intercept oleh pemain Sevilla.Kurangnya  koordinasi di lini depan mengakibatkan banyak peluang yang tidak berhasil di konversi menjadi gol,terbukti gol tunggal Cristiano Ronaldo tercipta bukan dari sekema permainan umpan-umpan dari Trio BBC yang sering kali mematikan tapi gol itu tercipta dari service bola mati,tendangan keras Ronaldo yang membentur salah seorang pemain Sevilla berbelok arah sehingga kiper Sevilla tak mampu membaca arah bola.

Berbeda dengan dua gol Sevilla yang tercipta dengan sekema serangan balik cepat dan terkoordinasi dengan baik,sehingga situasi tersebut tak pelak membuat pemain belakang Real Madrid panik dan kehilangan koordinasi dan terjadilah dua gol yang hampir mirip dan juga diciptakan oleh pemain yang sama yaitu Bacca.

Ini adalah kekalahan ke empat Real Madrid di Laliga,saat ini Real Madrid mengoleksi 70 point hasil dari 22 kemenangan,4 kali imbang dan 4 kali kalah,tertinggal 3 point dari team sekota Athletico Madrid dan 2 point dari Rival abadinya Barcelona.Dengan menyisakan 8 laga di akhir musim  tentu ini merupakan pekerjaan berat buat pelatih Carlo Ancheloti untuk mengembalikan mental dan fisik pemain,jelas pemain mengalami kelelahan fisik dan juga psiqis,setelah kalah di laga El Clasico yang sarat dengan kontroversi.

Kini saatnya bangkit,dan menatap laga-laga berikutnya,karna setiap laga sisa bagaikan final bagi Real Madrid,tidak boleh ada lagi kesalahan-kesalahan elementer yang mengakibatkan team kehilangan point lagi.Tentu Real Madrid tidak bisa hanya menunggu Athletico Madrid ataupun Barcelona mengalami kekalahan,Real Madrid harus terus memenangi laga sisa untuk tetap mejaga asa Merebut Mahkota Juara di musim ini.

Bola itu Bulat,istilah ini setidaknya semakin menguatkan Real Madrid bahwa segala kemungkinan masih bisa saja terjadi,karena tidak ada yang tidak mungkin di sepak bola,apapun hasilnya nanti tentu itu adalah hasil perjuangan dan pengorbanan selama semusim.Juara atau tidak juara Madrid tetaplah Madrid,team dengan karakteristik Juara,karakteristik para pejuang,sehingga hal ini dapat menjadi pelajaran bagi para Madridista tentang arti sebuah pengorbanan,perjuangan dan kesetiaan,Madridista haruslah mendukung Real Madrid dalam keadaan apapun,menang kalah itu biasa dalam sepak bola,juara atau tidak juara itu lumrah dalam sebuah kompetisi .Kecewa,Marah,Emosi,Sedih itu manusiawi yang terpenting seorang madridista tidak akan pernah tertunduk karena malu,seorang madridista adalah mereka yang selalu menegakkan kepala seraya berucap AKU BANGGA MENJADI MADRIDISTA...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar